TIPS MEMULAI WIRAUSAHA BAGI MAHASISWA

Mindset Wirausaha, www.kampus-pengusaha.com, 081334664876
Beberapa dari kita (mungkin kebanyakan), khususnya mahasiswa, berangan – angan setelah lulus kuliah nanti ingin bekerja di perusahaan yang besar, yang banyak dikenal orang, dan pastinya, gajinya lumayan. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Tapi andai kita berfikir dua kali, saat kita bekerja, gaji yang akan kita dapatkan tiap bulannya sama. Sedangkan pengeluaran kita setiap bulannya selalu bertambah. Belum lagi saat kondisi badan kita kurang fit sehingga tidak bisa masuk kerja. Tentu ada pertimbangan lagi mengenai itu, entah gaji kita berkurang, atau tanggal gajian yang mundur.
Mahasiswa zaman modern seperti saat ini sangat penting untuk mencoba Usaha Sampingan. Disamping sibuk dengan aktifitas kuliah tidak ada salahnya untuk mencoba usaha sampingan. Usaha sampingan ini bisa banyak sekali ragamnya, kita bisa leluasa untuk memilih salah satu yang menurut kita usaha sampingan tersebut sangat mungkin untuk  kita lakukan.

Dengan melakukan usaha sampingan mahasiswa bisa belajar sambil bekerja. Dapat ilmu yang sangat bermanfaat sekaligus dapat uang yang bisa anda banggakan. Anda pun (kaum mahasiswa) bisa berbangga hati saat ada teman anda memanggil anda dengan sebutan wirausahawan muda. Dengan melakukan bisnis maka mahasiswa akan terbiasa dengan dunia usaha. Dan itu akan bagus untuk menjalani hidup setelah lulus kuliah nanti.

Ternyata omongan mengenai cara berbisnis di usia muda ataupun pada masa masih menjadi mahasiswa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saat memulai usaha kegagalan merupakan teman setia yang menemai sebagian besar kawan muda mahasiswa yang sedang berusaha memulai bisnis saat masih menjadi mahasiswa.

welcome

Nah untuk bisa membangun mental bisnis, terlebih dahulu teman harus banyak belajar cara mengolah mindset teman akan pentingnya usaha pada waktu masih mahasiswa. Kenapa ini penting seperti yang saya jelaskan di artikel saya tentang mindset usaha sampingan bagi mahasiswa , mindset sebagai daya motivasi dan daya dorong utama untuk membangun konsistensi dan komitmen teman mahasiswa.

Setelah teman mahasiswa sudah menata mindset berwirausaha maka pertanyaan selanjutnya adalah bisnis apa yang cocok untuk dilakukan mahasiswa ?

Berwirausaha atau usaha sampingan yang bisa kita kerjakan ada banyak sekali pilihan dan pastinya akan  berbeda-beda tergantung situasi, kondisi, dan kemampuan mahasiswa itu sendiri. Yang jelas ada beberapa kriteria bisnis yang dapat dijalankan dengan mudah dengan meminimalisir resiko kerugian bahkan kebangkrutan usaha. Kriteria tersebut diantaranya:

1. Temukan ide kreatif yang unik dan memiliki nilai jual

Kita sebagai generasi muda dituntut untuk lebih menonjolkan kreatifitas. Karena mahasiswa adalah melek teknologi dan informasi di tambah mahasiswa adalah kaum terdidik maka mahasiswa seharusnya mau dan mampu untuk berusaha keras mencari ide kreatif , inovasi dan daya unik untuk bertarung dalam dunia usaha.
Contoh kesuksesan anak muda yang memulai usaha yang hanya bermodalkan ide kreatif sangat banyak. Nah sekarang bagaimana kita menciptakan ide brilliant dan mengasah pikiran otak kita untuk menciptakan suatu ide cemerlang. Menurut saya pribadi, ide kreatif ini memiliki peran yang sangat penting dalam satu usaha bisnis.

2. Sesuaikan dengan background pendidikan

Bukan rahasia lagi jika banyak pengusaha yang sukses didasari karena background pendidikan yang diampunya. Kita tengok pengusaha muda pemilik facebook si Mark Zuckenberg. Dia adalah pengusaha muda yang bisa mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dengan suatu ide yang kreatif dan memiliki nilai jual. Nah darisana tampaknya pantas jika seseorang yang sukses dalam usaha lebih didasarkan pada background pendidikan yang diterima. Seorang pengusaha restoran pasti lebih mempunyai daya saing jika membuka bisnis pada bidang makanan.
Nah untuk anda yang mempunyai niatan membuka usaha, jadikan pendidikan yang anda terima menjadi modal penting anda dan jadikan nilai tambah untuk bersaing pada dunia usaha.

3. Mulailah kerjasama dari relasi terdekat atau pertemanan
Seorang usaha muda seringkali lebih mudah memulai usaha dengan bantuan dari orang yang dikenal. Sahabat merupakan orang yang tepat jika kita ingin memulai satu kerjasama usaha, karena teman seringkali mempunyai persamaan dalam latarbelakang, usia, ilmu dan minat yang membuat kita merasa nyaman dalam bekerjasama. Bekerjasamalah dengan teman anda untuk memulai merumuskan apa yang akan anda kerjakan untuk menghasilkan usaha kecil yang menguntungkan.

4. Masuki pasar baru
Ada banyak sekali segment pasar yang bisa anda masuki. Namun sebagian besar diantaranya sudah ada pelaku yang terjun lebih dahulu ketimbang anda. Tetapi dari semua pasar itu pasti masih ada peluang dimana anda (mahasiswa) bisa sedikit mengambil keuntungan dengan main di segment pasar tersebut. Carilah, segment pasar yang menurut anda, anda bisa masuki. Mahasiswa harus bisa jeli memanfaatkan potensi yang masih kosong.

5. Tetap semangat
Tetaplah mempunyai mimpi yang harus anda kejar. Karena dengan mempunyai mimpi anda bisa bekerja dengan tetap semangat. Tidak ada salahnya saat anda memulai belajar lalu anda jatuh dan gagal, tetaplah semangat. Pengusaha besar pasti memulai usaha dengan sangar keras, tidak ada yang mudah di dunia ini. Semua butuh usaha keras dan resiko kegagalan yang harus dihadapi. Jika anda mahasiswa mau menghadapi kegagalan maka anda selangkah untuk sukses menjadi wirausahawan mahasiswa muda.

Lalu apa yang harus mahasiswa lakukan setelah mau memulai ber-usaha sampingan ?

1. Ubah MindsetSaat mahasiswa sudah memikirkan bahwa dirinya mau melakukan usaha sampingan, hal yang urgent menurut saya adalah merubah pola piker atau mindset. Mindset merupakan pola pikir yang menjadi drive dan motivasi untuk kita para mahasiswa dalam terus berkomitmen dan konsisten dengan usaha sampingan yang sudah kita niatkan dari awal. Kita semua tahu kalau bagi mahasiswa usaha sampingan adalah hal yang sulit, nah dengan merubah mindset semua itu akan menjadi dasar yang sangat penting. Mahasiswa mempunyai keterbatasan dalam waktu, tenaga dan modal. Namun, dengan mudah bisa dipatahkan dengan pola pikir yang ditanamkan jika dengan waktu, tenaga dan modal yang terbatas, MAHASISWA MAMPU UNTUK BER-USAHA SAMPINGAN. Kita pada mahasiswa harus mampu meyakini bahwa itu bisa terwujud menjadi sesuatu yang sudah kita rencanakan.Nah sebagai penambah semangat dalam merubah mindset kita, bahwa Mahasiswa mempunyai 2 hal yang sangat berpengaruh dalam memulai usaha sampingan yang banyak para pekerja cenderung tidak banyak yang memilikinya, yaitu Ide kreatif dan Jaringan.

Ide kreatif yang banyak di miliki oleh mahasiswa karena mahasiswa terbuka akan informasi, mahasiswa lebih melek dengan dunia teknologi dan komunikasi. Pasalnya mahasiswa lebih punya waktu ketimbang para pekerja yang waktunya sudah habis dengan dunia kerja. Mahasiswa sangat berpotensi untuk menelorkan ide-ide kreatif yang kebanyakan orang tidak memikirkan sebelumnya.

Jaringan yang banyak dan berkualitas bisa dengan mudah didapatkan saat kita menjadi mahasiswa. Dengan background mahasiswa, mahasiswa memiliki banyak kesempatan mengenal orang lain bahkan diantara orang tersebut adalah orang-orang penting yang tidak bisa kita kenal jika kita sudah lulus dari mahasiswa nanti. Sebagai mahasiswa kita bisa memanfaatkan organisasi yang ada di kampus. Mahasiswa bisa mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UKM bisa menghantarkan kita untuk mengenal orang-orang penting yang sudah sukses sebelumnya. Orang yang bisa kita mintai bantuan saat kita sudah berkomitmen dalam ber-usaha sampingan.

MEMBANGUN JIWA USAHA ENTREPRENEUR

Terkadang seseorang yang ingin menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur memiliki pemikiran tentang hal-hal negatif dan positif tentang masa depan entrpreneur. Namun banyak pemikiran negatif yang membuat seseorang menjadi putus asa dan lemah dalam membangun diri menjadi pengusaha sukses. Berikut ini kampus pengusaha memberikan beberapa tips untuk membangun jiwa usaha seorang entrepreneur :

  1. Sugesti diri pribadi.Berkatalah selalu “aku bisa… aku bisa..!!” sekuat dan sekencang mungkin, apalagi ketika kita berada pada kondisi ketakutan dan ketidakmampuan. Sugesti ini akan menimbulkan energi positif dalam pribadi dan membuat kita menjadi berpikir positif dan berani menghadapi tantangan. Akan lebih baik lagi jika teriakan ini diikuti oleh gesture tubuh yang menunjang. Seperti, dada dibusungkan, kaki berdiri lurus, tangan mengepal ke udara, dan segala sesuatu yang membuat kita lebih nyaman dan lebih bersemangat.
  2. Berkumpullah bersama pengusaha untuk mengatahui seperti apa dunia kewirausahaan itu.Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang. Ungkapan ini tepat untuk menggambarkan tips yang dijelaskan di atas. Dengan berkumpul dengan pengusaha website murah, maka kita akan tahu seperti apa dunia usaha yang sebenarnya, sehingga argumen2 yang menggejolak di dalam diri kita akan terkoreksi ketika mengetahui seperti apa dunia wirausaha yang sebenarnya.
    materi entrepreneur, membangun jiwa usaha entrepreneur, www.kampus-pengusaha.com, 081334664876
  3. Kalau belum berani mengeluarkan modal untuk memulai berwirausaha, kenapa tidak mencoba menghilangkan ketakutan itu??Kebanyakan orang takut berwirausaha karena mereka takut uang mereka akan menjadi miskin, atau mereka akan dijerat mafia dunia bisnis, atau waktu mereka akan banyak tersita, dan alasan2 lainnya. Bagaimana jika kita berhasil mengalahkan ketakutan yang lebih mengerikan dibanding ketakutan yang muncul ketika berwirausaha? Sebagai contoh, jika kita takut kehilangan uang, apa yang membuat kita lebih takut dibanding kehilangan uang? Mungkin reputasi? atau istri? Mungkin nyawa? Bagaimana jika kita mengatasi ketakutan2 itu dulu? Seandainya kita lebih takut kehilangan reputasi ketimbang kehilangan uang. Lakukanlah hal2 yang membuat kita beresiko kehilangan reputasi, seperti berperilaku bagai orang gila. Seandainya perasaan kita tidak merasa takut setelah melakukan hal tersebut, maka tentu kita tak akan takut lagi kehilangan??

    materi entrepreneur, membangun jiwa usaha entrepreneur, www.kampus-pengusaha.com, 081334664876

  4. Perbanyak bahan referensi entrepreneurship.Agar kita lebih yakin untuk melangkah, kita butuh buku panduan . Dengan buku panduan, selain kita lebih yakin, kita juga menjadi lebih berani dalam mengambil keputusan dalam dunia usaha kosmetik wajah. Ketakutan kita juga akan semakin berkurang dikarenakan kita telah menguasai buku panduan kita dalam mengarungi samudera entrepreneurship.
  5. Jangan cuma diam dan membaca, Lakukan sekarang!!Ada pepatah yang bilang, seseorang pasti bisa kalau dipaksa. Sebenarnya segala ketakutan anda mengenai dunia usaha perlahan pasti akan luntur seandainya anda langsung mencoba terjun untuk berwirausaha cth menjadi penerbit majalah. Perlahan tapi pasti anda akan mengerti bagaimana cara me-manage segala ketakutan dalam dunia usaha sehingga kita lebih berani.

Masih takut ber-wirausaha??

MERRY RIANA

Merry Riana, www.kampus-pengusaha.com, 081 334 664 876

Merry Riana adalah salah satu pengusaha sukses wanita termuda di Indonesia. Kisahnya begitu menginspirasi banyak orang termasuk kaum remaja, sampai-sampai kisah hidupnya di film kan di salah satu Production House terkenal di Indonesia.

Kisahnya berawal dari tragedi kerusuhan Mei 1998 di Jakarta. Karena pertimbangan keamanan, Riana yang lulus dari SMA Santa Ursula, Jakarta diminta orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Nanyang Singapore Technology. Karena kurangnya biaya, ia terpaksa meminjam dana pendidikan dari bank di Singapore (pinjaman ini harus dikembalikan setelah lulus, bekerja dan memperoleh penghasilan).

Dari kisah biografisnya yang begitu menyentuh (judulnyaMimpi Sejuta Dollar, sebuah buku yang wajib dibaca terutama oleh para anak muda usia 20-an tahun), kita bisa memetik tiga pelajaran penting tentang keteguhan hati seorang Merry Riana.

Pelajaran pertama yang mungkin bisa kita petik adalah ini : Keberanian untuk memiliki BIG DREAM. Ia melakoni kuliah di Singapore dengan biaya yang amat terbatas. Acapkali ia hanya makan dua kali sehari (itupun hanya semangkuk mi rebus di pagi hari dan dua lembar roti di siang hari) lantaran minimnya dana. Ia sungguh ingin melewati masa kelam ini dengan sebuah impian besar : mencapai kebebasan finasial sebelum usia 30 tahun.

Dan dari pengamatannya, ia tahu impiannya itu rasanya akan sulit diraih jika ia memilih menjadi karyawan. Itulah kenapa sejak tingkat akhir, ia sudah bertekad untuk membangun usaha sendiri.

Ia kuliah di jurusan Teknik dan lulus dengan predikat terbaik kedua. Dengan bekal ini ia relatif mudah melamar pekerjaan. Namun begitulah, ketika lulus dan semua teman-temannya sibuk membincangkan akan melamar ke perusahaan apa, ia malah berpikir keras untuk segera memulai usaha sendiri.

Lantaran kurangnya modal, ia akhirnya merintis usaha di bidang penjualan produk-produk keuangan (berjualan produk asuransi, deposito, reksadana, dll). Mayoritas teman-teman kuliahnya heran dengan pilihan yang aneh ini. But the show must go on.

Pelajaran kedua : mimpi yang indah hanya akan berhasil jika ia segera disertai dengan TINDAKAN NYATA yang begitu keras, gigih dan tanpa mengenal batas. Dan perjuangan Merry Riana ini rasanya begitu menguras energi, emosi dan teramat melelahkan.

Agar mampu menjual produk keuangan yang ia pasarkan, ia bekerja 14 jam sehari, 7 hari seminggu, terus bergerak menelusuri setiap sudut kota Singapore. Ribuan kali ditolak, ribuan kali bangkit. Ratusan kali gagal, lalu terus mencari strategi baru yang lebih smart agar berhasil.

Dan perjuangan itu kadang begitu getir. Di sebuah dinihari yang senyap, ia tergolek tak berdaya di salah satu sudut peron stasiun KA. Letih, dan keputus-asaan membayangi wajahnya. Ia hanya bisa menangis lirih. Toh esok lusa, ia segera bergegas lagi. Terus bergerak lagi. Terus berjuang lagi. Kesulitan, ia bilang, akan terasa mudah jika kita terus tegar menghadapinya hingga tuntas.

Pelajaran terakhir yang bisa kita petik adalah : the POWER of PRAY. Merry Riana dibesarkan dalam keluarga yang sangat religius. Sejak kecil ia juga dilimpahi dengan doa-doa yang terus mengalir dari bunda tersayangnya. Dalam relung batinnya yang terdalam, ia selalu yakin Sang Pencipta akan selalu bersama dengan langkah-langkahnya.

Dalam setiap lekuk kesulitan yang acap ia temui, ia selalu ingat dengan catatan kecil yang diberikan sang bunda saat melepas kepergiannya ke Singapore : raihlah tujuanmu selangkah demi selangkah. Dan libatkan selalu Yang Maha Kuasa dalam setiap jejak hidupmu.

MATERI ASPEK SKILL DAN ENTREPENEURSHIP

Kecakapan hidup merupakan kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problem hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga mampu mengatasinya. Pembelajaran kecakapan hidup dan entrepreneurship ini tidak dikemas dalam bentuk mata pelajaran baru, tidak dikemas dalam materi tambahan yang disisipkan dalam mata pelajaran tetapi dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Yang dimaksudkan entrepreneurship adalah jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan dasar.

materi skill dan entrepeneurship, www.kampus-pengusaha.com, 081334664876

Secara umum ada dua macam life skill, yaitu general life skill (GLS) dan specific life skill (SLS). General life skill dibagi menjadi dua yaitu personal life skill (kecakapan personal) dan social skill (kecakapan social). Kecakapan personal itu sendiri terdiri dari self awarness skill (kecakapan mengenal diri) dan thinking skill (kecakapan berpikir). Spesific life skill juga dibagi menjadi dua yaitu academic skill (kecakapan akademik) dan vocational skill (kecakapan vokasional/kejuruan). Kecakapan  mengenal diri meliputi kesadaran sebagai makhluk Tuhan, kesadaran akan eksistensi diri, dan kesadaran akan potensi diri. Kecakapan berpikir meliputi kecakapan menggali informasi, mengolah informasi, mengambil keputusan dan kecakapan memecahkan masalah. Kecakapan sosial meliputi kecakapan komunikasi lisan, komunikasi tulisan, dan kecakapan bekerjasama. Kecakapan akademik meliputi kecakapan mengidentifikasi variabel, menghubungkan variabel, merumuskan hipotesis dan kecakapan melaksanakan penelitian. Kecakapan vokasional/kejuruan terkait dengan bidang pekerjaan tertentu (Depdiknas, 2003:8).

Kecakapan hidup dan entrepreneurship ini sebenarnya dimiliki oleh setiap orang, tetapi dalam jumlah dan kadar yang berbeda-beda. Keduanya dapat dikembangkan menjadi karakter seseorang, oleh karena itu aspek tersebut harus diasah dan dipraktikkan. Yang menjadi masalah bagaimana menerapkan  entrepreneurship ini ke dalam pembelajaran sejarah? Selama ini pembelajaran sejarah sepertinya jauh sekali dari jangkauan jiwa entrepreneurship. Umumnya pelajaran yang memiliki entrepreneurship ini berupa pelajaran yang laik jual. Misalnya: Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Akuntansi. Inilah tantangan utama para guru sejarah. Sebelum hal tersebut dipaparkan berikut ini yang termasuk karakteristik jiwa kewirausahaan.

  1. Mempunyai visi dan misi
  2. Kreatif dan inovatif
  3. Berani menanggung resiko
  4. Berjiwa kompetisi
  5. Mampu melihat peluang
  6. Cepat tanggap dan gerak cepat
  7. Berjiwa sosial dan menjadi dermawan.

materi skill dan entrepeneurship, www.kampus-pengusaha.com, 081334664876

Pada dasarnya aspek life skill dan entrepreneurship ini bukan sekedar pengetahuan teknik atau keterampilan, tetapi lebih berorientasi pada sikap mental melalui proses diri dengan praktik dan pengalaman karena dorongan motivasi dari diri sendiri. Oleh karena itu guru sangat berperan penting dalam menanamkan sikap mental siswa ini melalui proses pembelajaran. Untuk mengimplementasikan kedua aspek tersebut, guru sejarah harus memahami betul keduanya, sehingga ketika penyampaian materi akan terintegrasikan dalam proses pembelajaran. Materi sejarah tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang “murni” namun merupakan terapan yang nantinya bisa direalisakan oleh anak didik kita. Dengan bekal sikap mental itulah diharapkan muncul  gagasan/pemikiran  anak dalam menghadapi kehidupannya.

ELANG GUMILANG

ELANG GUMILANG

Ini adalah kisah inspirasi dari Elang Gumilang, seorang pengusaha muda kelahiran Bogor tahun 1985 di bidang properti yang sudah memimpin empat perusahaan pengembang rumah. Omzet perusahaanya kini mencapai Rp 211 miliar. Elang, demikian dia disapa, adalah CEO dari Elang Grup. Sebuah induk perusahaan dari tiga anak perusahaan yakni PT Elang Semestaguna, PT Bild Consulting,dan PT Bumi Karsa Semesta. Yang telah berdiri pada 2006, Elang Group telah mendirikan ribuan rumah di kawasan Bogor dan Sukabumi. Perusahaannya bergerak dari pertambangan, properti, pelatihan bisnis, hingga periklanan. “Saya berangkat dari bisnis properti,” kata Elang.

Hebatnya lagi, semua perusahaan bernaung di bawah “Elang Grup” dengan keistimewaan membangun rumah untuk kalangan menengah ke bawah. “Para konsumen kami biasanya office boy, pegawai negeri sipil baru, buruh pabrik, serta anak-anak muda yang baru lulus kuliah,” kata Elang.

 “Prinsip saya, sebagai hamba Allah, hidup kita ini harus memberi manfaat kepada orang lain,” kata Elang. Elang Gumilang memulai karir bisnisnya sejak duduk di bangku SMA, diawali dari sebuah usaha jasa perdagangan produk makanan hingga komoditas hasil olahan pertanian. Dia hanya seorang anak muda di SMU 1 Bogor. Dari keluarga biasa-biasa dan tidak terpandang. Namun bakat wirausahanya telah muncul. Pulang sekolah, Elang langsung mengganti pakaian sekolah. “Saya langsung jualan keliling donat,” kata Elang. Dan tak hanya itu, Elang mencoba mencari peruntungan dengan menjadi penjual minyak goreng keliling, bahkan tukang sepatu. Semuanya dilakukan ketika masih di bangku kelas 3 SMU. Tekadnya agar kelak ketika memasuki perguruan tinggi dia bisa membiayai sendiri uang kuliahnya.

Bisnis properti untuk rakyat kecil mengantar Elang meraih aneka penghargaan, antara lain Juara I Wirausaha Muda Mandiri (2007), Indonesia Top Young entrepreneur 2008 dari Warta Ekonomi, Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos, Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One dan Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel.

ANDRIE WONGSO

Andrie Wongso

Andrie wongso adalah seorang motivator  asal indonesia yang lahir di Malang,  6 desember 1945. Dia merupakan sosok yang berjiwa besar, bijaksana dan tidak suka mengeluh. Dia terlihat sangat enerjik dan awet muda. Padahal sekarang umurnya sudah lebih dari 66 tahun.

Latar belakang Andrie wongso

Andrie wongso lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana. Ia harus bekerja membanting tulang untuk mencari sesuap nasi. Dia tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anak – anak seumurannya karena harus mencari uang. Andrie wongso hanya bisa mengenyam pendidikan hingga SD saja, karena kedua orang tuanya tidak mampu untuk membiayainya. Andrie wongso mengaku sangat sulit hidup dalam kemelaratan serta serba kekurangan.

Semagat Andrie wongso

Andri wongso menikah dengan  haryanty lenny yang nekat memilih andrie wongso sebagai suaminya. Karena pada saat itu banyak laki –laki yang berpendidikan yang ingin meminang dirinya. Tetapi lenny melihat ada kelebihan dari andrie wongso. Yaitu semangat dan optimisme yang dimiliki andrie wongso.

Namun, justru keadaan serba kekurangan itu membuat andrie wongso merasa tertantang dan ingin segera membuktikan bahwa dia juga bisa sukses dan terbebas dari kemiskinan tersebut. Dia punya semangat yang tinggi untuk menjadi sukses. Andrie wongso selalu bekerja keras walau harus mengurangi waktu bersama dengan keluarganya. Ia tidak pernah begadang hanya karena ingin minum kopi, mengobrol dan bersenang – senang. Dia mengerti betul waktu tidur dan waktu bekerja.

Walaupun andrie wongso tidak dapat merasakan pendidikan di bangku sekolah, tetapi dia mendapatkan pendidikan di alam nyata serta belajar langsung dari kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan. Dia mengamati cara orang lain untuk sukses kemudian dia manifestasikan dalam kehidupannya.

Pekerjaan Andrie Wongso

Pekerjaan Andrie Wongso bisa dibilang serabutan. Dia tidak menekuni pekerjaan tertentu. Apapun pekerjaannya, selama dia mampu maka akan dia kerjakan dengan sepenuh hati dan dengan sungguh sungguh. Pekerjaan yang pernah dia kerjakan salah satunya adalah  penjaga toko dengan gaji  Rp 30.000 per bulan.

Andie wongso  memiliki impian untuk menjadi bintang film. dia  berlatih kungfu secara intensif. Kemudian ia mengikuti casting  untuk dipilih menjadi seorang pemain film. Pada saat itu banyak orang yang menganggap remeh dia karena saingannya adalah orang – orang yang berpendidikan  dan orang – orang yang telah lama berkecimpung di dunia theater. Dan kemudian andrie wongso diterima sebagai bintang film. Itu semua tentu karena sutradara mempunyai penilaian sendiri terhadap andrie wongso.

Kemudian andrie wongso mulai mengarah pada ketenaran, dia pun mendapat tawaran menjadi foto model. Dan pada saat itu andrie wongso mulai dikenal banyak orang. Dia sudah mulai diundang menjadi pembicara dalam seminar – seminar. Dan lama kelamaan andrie wongso menekuni profesi menjadi seorang motivator.

Dalam memberi motivasinya Andrie wongso sering mengatakan bahwa agar kita tidak percaya pada mitos – mitos yang menyebutkan bahwa orang yang berpendidikan rendah dan lahir dengan latar belakang kurang mampu pasti tidak berhasil. Ini telah dia buktikan pada kehidupan dia sendiri.

Dan saat ini andrie wongso sudah terkenal di indonesia. Kini andrie wongso bisa mendapat bayarannya hingga 40 juta rupiah dengan berbicara menjadi motivator selama 1,5 jam.  Dia juga telah menjadi pembicara di berbagai institusi, perusahaan, perguruan tinggi, bank, organisasi, asuransi, pemerintahan, BUMN, media cetak, media elektronik dan juga menjadi motivator atlet – altet nasional yang akan bertanding pada kejuaraan internasional.

DAHLAN ISKAN

dahlan iskan
dahlan iskan

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), dalam bukunya Ganti Hati ada cerita menarik tentang tanggal kelahiranya, Dahlan Iskan menuturkan bahwa tanggal tersebut dikarang sendiri oleh pak Dahlan karena pada waktu itu tidak ada catatan kapan dilahirkan dan orang tuanya juga tidak ingat tanggal kelahirannya. Dan kenapa pak Dahlan memilih tanggal 17 Agustus, karena bertepatan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia dan supaya mudah diingat.

Dahlan kecil dibesarkan dilingkungan pedesaan dangan serba kekurangan, akan tetapi sangat kental akan suasana religiusnya. Ada cerita menarik yang saya baca pada buku beliau Ganti Hati yang menggambarkan betapa serba kekurangannya beliau ketika waktu kecil. Disitu diceritakan Dahlan kecil hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju, tapi masih memiliki satu sarung!. Dan dengan joke-joke pak Dahlan yang segar beliau menceritakan kehebatan dari sarung yang dimiliki. Disini beliau menceritakan bahwa sarung bisa jadi apa saja. Mulai jadi alat ibadah, mencari rezeki, alat hiburan, fashion, kesehatan sampai menjadi alat untuk menakut-nakuti.

Kalau Dahlan kecil lagi mencuci baju, sarung bisa dikemulkan pada badan atasnya. Kalau lagi mencuci celana, sarung bisa dijadikan bawahan. Kalau lagi cari sisa-sisa panen kedelai sawah orang kaya, sarung itu bisa dijadikan karung. Kalau perut lagi lapar dan dirumah tidak ada makanan, sarung bisa diikatkan erat-erat dipinggang jadilah dia pengganjal perut yang andal. Kalau mau sholat jadilah dia benda yang penting unutk menghadap Tuhan. Kalau lagi kedinginan, jadilah dia selimut. Kalau sarung itu sobek masih bisa dijahit. Kalau ditempat jahitan itu robek lagi, masih bisa ditambal. Kalau tambalanya pun robek, sarung itu belum tentu akan pensiun. Masih bisa dirobek-robek lagi, bagian yang besar bisa digunakan sebagai sarung bantal dan bagian yang kecil bisa dijadikan popok bayi. Ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita beliau, bahwa apapun kondisi kita, baik kurang, cukup atau lebih kita harus tetap bersyukur, sabar dan harus menikmati semuanya dengan apa adanya.

Dahlan Iskan Bersama Jawa POS

Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya. Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya, sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.

Pada tahun 1982, Eric FH Samola, waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun 2000.

Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. [3][1] Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.[1]

Ref :

http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan

http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/01/14/tokoh-indonesia-si-raja-media-dahlan-iskan/

http://hurek.blogspot.com/2008/01/dahlan-iskan-sang-maestro-bertutur.html

Buku Ganti Hati

Dr. Ir. Ciputra

pengusaha properti sukses: Ir. Ciputra
pengusaha properti sukses: Ir. Ciputra

Kalau Anda sudah merambah dunia bisnis, pasti Anda tidak asing lagi dengan orang yang satu ini: Dr. Ir. Ciputra

Beliau lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.

Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Dr. Ir. Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Menado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Terlambat tapi bukan berarti terhambat bukan..?

Keseluruhan pendidikan masa remaja Dr. Ir. Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.

Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnit bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya.

Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Ke Jakarta…Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara, Ciputra adalah berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno.

Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jay. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan: Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi.

Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun: 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya.

PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.

Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar.

Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21.

Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.